Gunakan kompas arah kiblat otomatis ini untuk menentukan arah Ka'bah dari lokasi perangkat atau kota pilihanmu. Izinkan akses lokasi, lalu alat menghitung azimut lingkaran besar menuju Ka'bah dan menampilkan sudut dari utara sejati. Di Indonesia arahnya umumnya sekitar 290 sampai 296 derajat, yaitu barat laut, bukan tepat ke barat.
Tekan Gunakan lokasi saya untuk menghitung arah kiblat dari titik kamu berada, atau pilih kota dari daftar di atas bila kamu tidak ingin membagikan lokasi.
Kompas pada ponsel membaca utara magnetis dan bisa terganggu logam, magnet, atau casing. Untuk kebutuhan penting seperti menetapkan arah kiblat masjid, verifikasi dengan metode bayangan matahari (rashdul kiblat) atau minta bantuan petugas hisab rukyat setempat.
Patokan Kota
Derajat arah kiblat kota besar di Indonesia
Sudut diukur searah jarum jam dari utara sejati. Gunakan kompas otomatis di atas untuk titik lokasi yang lebih presisi.
Kota
Arah kiblat
Patokan
Jakarta
295,2° dari utara sejati
Barat laut
Surabaya
294,0° dari utara sejati
Barat laut
Bandung
295,2° dari utara sejati
Barat laut
Medan
292,8° dari utara sejati
Barat laut
Semarang
294,5° dari utara sejati
Barat laut
Makassar
292,5° dari utara sejati
Barat laut
Palembang
294,5° dari utara sejati
Barat laut
Denpasar
293,8° dari utara sejati
Barat laut
Balikpapan
292,2° dari utara sejati
Barat laut
Pontianak
292,7° dari utara sejati
Barat laut
Jayapura
291,3° dari utara sejati
Barat laut
Ternate
291,4° dari utara sejati
Barat laut
Setelah menemukan arahnya, buka jadwal sholat per kota untuk memastikan waktu ibadah hari ini.
Cara Kerja
Bagaimana sudut kiblat dihitung
Bumi berbentuk bola, jadi jalur terpendek antara dua titik bukan garis lurus di peta melainkan busur lingkaran besar (great circle). Inilah sebabnya arah kiblat dari Indonesia condong ke barat laut, padahal pada peta datar Makkah terlihat berada di sebelah barat.
Kalkulator ini memakai rumus azimut awal (forward azimuth) dari titik lokasimu menuju Ka'bah. Bila latitude lokasimu disebut lat dan selisih bujur ke Ka'bah disebut dLng, maka sudut kiblat dihitung dengan:
sudut = atan2( sin(dLng) x cos(latKa'bah), cos(lat) x sin(latKa'bah) - sin(lat) x cos(latKa'bah) x cos(dLng) )
Hasilnya dinormalkan ke rentang 0 sampai 360 derajat. Angka 0 berarti tepat utara, 90 timur, 180 selatan, dan 270 barat. Karena itu sudut kiblat sekitar 295 derajat berarti kamu perlu menghadap ke barat laut, agak miring ke kanan dari arah barat.
Utara sejati, bukan utara magnetis. Sudut di atas dihitung dari utara sejati (arah kutub geografis). Jarum kompas justru menunjuk utara magnetis yang posisinya bergeser dan berbeda beberapa derajat tergantung lokasi, sebagaimana dimodelkan NOAA lewat World Magnetic Model. Selisih inilah yang membuat pembacaan kompas ponsel perlu diverifikasi bila dipakai untuk urusan penting.
Verifikasi dengan bayangan matahari (rashdul kiblat)
Cara paling akurat dan paling murah untuk mengecek arah kiblat adalah memanfaatkan momen matahari berada tepat di atas Ka'bah. Pada saat itu, bayangan setiap benda tegak yang terkena sinar matahari akan menunjuk lurus ke kiblat. Menurut Muhammadiyah, peristiwa ini terjadi dua kali dalam setahun:
27 atau 28 Mei, sekitar pukul 16.18 WIB
15 atau 16 Juli, sekitar pukul 16.27 WIB
Langkahnya sederhana:
Siapkan jam yang akurat, misalnya jam resmi dari BMKG
Cari tempat terbuka yang terkena sinar matahari pada waktu tersebut
Tegakkan tongkat atau bandul yang digantung, lalu amati bayangannya
Tandai garis bayangan itu, itulah arah kiblat yang akurat
Dasar syariat menghadap kiblat
Perintah menghadap kiblat disebut dalam QS Al-Baqarah ayat 150, yaitu memalingkan wajah ke arah Masjidil Haram dari mana pun kita berada. Dalam soal teknisnya, ulama Hanafiyah dan Malikiyah menyatakan bahwa orang yang jauh dari Masjidil Haram cukup menghadap jihat al-Ka'bah atau arah Ka'bah, sementara Muhammadiyah lebih condong pada pandangan 'ain al-Ka'bah, yakni menghadap bangunan Ka'bah baik dari jarak dekat maupun jauh. Menghitung azimut secara astronomis adalah ikhtiar agar arah sholat kita setepat mungkin.
Sudah tahu arah kiblatnya? Lengkapi dengan jadwal sholat kotamu supaya waktu dan arahnya sama-sama pas.
FAQ
Pertanyaan seputar arah kiblat
Bagaimana cara menghitung arah kiblat?+
Arah kiblat dihitung sebagai azimut lingkaran besar (great circle) dari koordinat lokasimu ke koordinat Ka'bah, yaitu 21,4225 derajat Lintang Utara dan 39,8262 derajat Bujur Timur. Hasilnya berupa sudut searah jarum jam dari utara sejati, misalnya sekitar 295 derajat untuk Jakarta. Karena bumi berbentuk bola, jalur terpendek ke Makkah dari Indonesia mengarah ke barat laut, bukan lurus ke barat.
Apakah arah kiblat di Indonesia menghadap barat laut?+
Ya. Untuk kota-kota di Indonesia sudut kiblatnya berada di kisaran 290-an derajat dari utara sejati, yang berarti condong ke barat laut, bukan tepat ke barat. Selisih beberapa derajat antar kota itu wajar karena tiap kota punya koordinat yang berbeda.
Apakah kompas ponsel akurat untuk menentukan kiblat?+
Kompas ponsel membaca utara magnetis, sedangkan sudut kiblat dihitung dari utara sejati. Keduanya berbeda beberapa derajat tergantung lokasi, dan pembacaannya juga bisa terganggu benda logam, magnet, atau casing. Untuk sholat harian, hasil kompas sudah sangat membantu. Untuk menetapkan arah kiblat masjid atau mushola, verifikasi dengan metode bayangan matahari atau minta bantuan petugas hisab rukyat setempat.
Apa itu rashdul kiblat dan kapan waktunya?+
Rashdul kiblat adalah momen matahari berada tepat di atas Ka'bah, sehingga bayangan benda tegak apa pun di tempat yang terkena sinar matahari akan menunjuk lurus ke arah kiblat. Menurut Muhammadiyah peristiwa ini terjadi dua kali setahun, yaitu 27 atau 28 Mei sekitar pukul 16.18 WIB dan 15 atau 16 Juli sekitar pukul 16.27 WIB. Caranya cukup menegakkan tongkat di tempat yang terkena matahari pada jam tersebut, lalu tandai garis bayangannya.
Apakah harus menghadap persis ke bangunan Ka'bah?+
Ulama berbeda pendapat. Kalangan Hanafiyah dan Malikiyah menyatakan orang yang berada jauh dari Masjidil Haram cukup menghadap jihat al-Ka'bah atau arah Ka'bah, sedangkan Muhammadiyah lebih condong pada pandangan 'ain al-Ka'bah, yaitu menghadap ke bangunan Ka'bah baik dari jarak dekat maupun jauh. Menghitung sudut kiblat secara astronomis seperti di halaman ini adalah ikhtiar untuk memenuhi pandangan yang paling teliti.
Bagaimana kalau ponsel saya tidak punya sensor kompas?+
Sudut kiblat dalam derajat tetap bisa dipakai. Cari arah utara sejati lebih dulu, misalnya dengan kompas terpisah atau lewat bayangan matahari, lalu ukur sudut kiblat searah jarum jam dari utara tersebut. Kalkulator di halaman ini tetap menampilkan angka sudutnya walau sensor tidak tersedia.