NgajiaRujukan Keislaman Harian
Jadwal SholatDoa & DzikirKisah TeladanGaya HidupUmroh & HajiTanya UstadzKalkulator ZakatArah Kiblat
Sholat

Sholat Isya Berapa Rakaat? Ini Jawaban dan Rinciannya

Sholat Isya berapa rakaat? Jawabannya empat rakaat, sama seperti Zuhur dan Ashar. Lafal niatnya sendiri sudah menyebut arba'a raka'at, yang artinya empat rakaat. Waktunya dimulai sejak hilangnya mega merah di ufuk barat sampai terbitnya fajar shadiq. Jumlah empat ini hanya berkurang menjadi dua rakaat bagi musafir yang memenuhi syarat mengqashar sholatnya.

Ditulis oleh Tim Redaksi Ngajia . Terbit . Terakhir diperbarui

Sholat Isya Berapa Rakaat? Ini Jawaban dan Rinciannya

Sholat Isya berapa rakaat? Jawabannya empat rakaat, sama persis dengan jumlah rakaat Zuhur dan Ashar. Menariknya, jawaban itu sebenarnya sudah terkandung di dalam lafal niatnya sendiri: NU Online menuliskan niat Isya sebagai Ushalli fardlal 'Isya'i arba'a raka'at(in) lillahi ta'ala, yang artinya "Saya sholat Isya empat rakaat karena Allah ta'ala". Kata arba'a raka'at di situ berarti empat rakaat. Jadi setiap kali seseorang berniat sholat Isya dengan benar, ia sedang mengucapkan jawabannya sendiri.

Angka empat itu memang cepat dihafal. Yang biasanya baru menimbulkan pertanyaan justru hal-hal sesudahnya: di rakaat mana bacaan dikeraskan, kapan duduk tasyahud, apakah witir termasuk hitungan Isya, dan bagaimana kalau sedang bepergian. Artikel ini membahas semuanya secara berurutan, dengan rujukan NU Online.

Sholat Isya Berapa Rakaat?

Sholat Isya dikerjakan empat rakaat. Dalam uraian NU Online tentang tata cara pelaksanaan sholat fardhu lima waktu, disebutkan bahwa jumlah rakaat Isya sama seperti Zuhur dan Ashar, yaitu empat rakaat, dengan lafal niat yang memuat kata arba'a raka'at(in).

Supaya posisinya jelas, berikut jumlah rakaat kelima sholat fardhu menurut rincian NU Online pada halaman yang sama:

  • Subuh: dua rakaat, jumlah paling sedikit di antara sholat fardhu.
  • Zuhur: empat rakaat.
  • Ashar: empat rakaat.
  • Maghrib: tiga rakaat, satu-satunya sholat fardhu yang jumlah rakaatnya ganjil.
  • Isya: empat rakaat.

Dari daftar itu terlihat kenapa Isya dan Maghrib sering tertukar dalam ingatan orang: keduanya sama-sama dikerjakan setelah gelap, berdekatan waktunya, dan sering dikerjakan dalam satu rangkaian ketika seseorang menjamak sholat. Padahal jumlah rakaatnya berbeda, tiga untuk Maghrib dan empat untuk Isya.

Jumlah empat rakaat ini berlaku dalam keadaan normal, baik sholat sendirian maupun berjamaah, baik sebagai imam maupun makmum. Satu-satunya keadaan yang membuat Isya sah dikerjakan dua rakaat adalah qashar bagi musafir yang memenuhi syarat, dan itu dibahas di bagian akhir artikel ini. Kalau Anda ingin melihat lafal niat Isya lengkap dalam tulisan Arab, latin, dan artinya, semuanya sudah tersedia di artikel niat sholat 5 waktu.

Key Takeaway: Sholat Isya empat rakaat. Kalau Anda ragu antara tiga atau empat, ingat patokan sederhana ini: hanya Maghrib yang ganjil (tiga rakaat), dan hanya Subuh yang dua rakaat. Sisanya, termasuk Isya, semuanya empat rakaat.

Rincian 4 Rakaat Isya dari Takbir sampai Salam

Empat rakaat Isya tidak dikerjakan dengan pola yang seragam. Ada dua hal yang berubah di tengah jalan, yaitu volume bacaan dan posisi duduk. Inilah yang paling sering ditanyakan setelah orang tahu angka empatnya.

Urutan empat rakaat Isya

  1. Rakaat pertama: takbiratul ihram dengan niat sholat Isya, doa iftitah, Al-Fatihah, lalu surat pendek. Bacaan Al-Fatihah dan suratnya dikeraskan. Dilanjutkan rukuk, iktidal, dua sujud, dan duduk di antara dua sujud.
  2. Rakaat kedua: Al-Fatihah dan surat pendek, juga dikeraskan. Setelah sujud kedua, tidak langsung berdiri, melainkan duduk tasyahud awal lebih dulu.
  3. Rakaat ketiga: berdiri lagi, membaca Al-Fatihah saja dengan suara pelan, tanpa surat tambahan. Setelah sujud kedua, langsung berdiri.
  4. Rakaat keempat: Al-Fatihah dengan suara pelan, lalu setelah sujud kedua duduk tasyahud akhir, membaca tasyahud dan shalawat, kemudian salam.

Rangkaian bacaannya sendiri (iftitah, Al-Fatihah, bacaan rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tasyahud, sampai salam) tidak berbeda dengan sholat fardhu lain. Karena itu tidak perlu diulang di sini, teks lengkapnya dalam Arab, latin, dan artinya sudah dimuat di artikel bacaan sholat.

Kapan bacaan dikeraskan, kapan dipelankan

Dilihat dari cara membacanya, NU Online menjelaskan bahwa sholat terbagi dua: sholat sirriyah yang bacaannya dianjurkan pelan (Zuhur dan Ashar), dan sholat jahriyah yang bacaannya dianjurkan dikeraskan. Subuh, Maghrib, dan Isya termasuk sholat jahriyah.

Namun "dikeraskan" di sini tidak berarti sepanjang empat rakaat. Imam an-Nawawi dalam al-Majmu' ala Syarh al-Muhadzab juz 3 halaman 389, sebagaimana dikutip NU Online, merumuskannya begini: disunahkan mengeraskan bacaan pada dua rakaat sholat Subuh, Maghrib, Isya, dan sholat Jumat; dan disunahkan membaca pelan pada Zuhur, Ashar, serta rakaat ketiga dan keempat pada sholat Maghrib dan Isya. An-Nawawi menyebut ketentuan ini sesuai kesepakatan para ulama, seiring adanya hadits-hadits sahih yang menjelaskannya.

Dua catatan penting dari halaman NU Online yang sama. Pertama, aturan ini tidak hanya berlaku bagi imam. Orang yang sholat sendirian (munfarid) pun tetap disunahkan mengeraskan bacaannya menurut mazhab Syafi'i dan mayoritas ulama mazhab lain. Jadi ketika Anda sholat Isya sendirian di rumah, dua rakaat pertama tetap dianjurkan dikeraskan, tentu dengan volume yang wajar dan tidak sampai mengganggu orang lain. Kedua, anjuran ini berstatus sunah, bukan kewajiban. Orang yang tidak melakukannya sholatnya tetap sah, hanya saja dinilai melakukan kemakruhan karena meninggalkan kesunahan.

Tasyahud awal dan apa yang terjadi kalau terlupa

Karena Isya empat rakaat, ada dua kali duduk tasyahud: tasyahud awal setelah rakaat kedua dan tasyahud akhir setelah rakaat keempat. Ini berbeda dengan Subuh yang hanya punya satu tasyahud karena hanya dua rakaat.

NU Online menjelaskan bahwa duduk dan membaca tasyahud awal termasuk sunah ab'adh, yaitu kesunahan yang diibaratkan seperti anggota tubuh yang vital: ketiadaannya tidak menyebabkan "kematian", tetapi membuat cacat, seperti orang yang kehilangan tangan atau kaki. Artinya sholat orang yang meninggalkannya tetap sah, tetapi kurang sempurna.

Lalu bagaimana kalau di rakaat kedua Anda lupa tasyahud awal dan terlanjur berdiri? NU Online menjawabnya lewat hadits riwayat Mughirah bin Syu'bah: kalau belum tegak sempurna, hendaklah duduk kembali untuk tasyahud awal; kalau sudah tegak berdiri, jangan duduk lagi, lanjutkan sholat dan tutup dengan sujud sahwi. Ini kasus yang sangat sering terjadi pada sholat empat rakaat seperti Isya, terutama ketika badan sudah lelah di penghujung hari.

Waktu Sholat Isya: Kapan Mulai dan Kapan Berakhir

Setelah tahu jumlah rakaatnya, pertanyaan berikutnya biasanya soal waktu. NU Online menerangkan bahwa waktu pelaksanaan sholat Isya dimulai sejak hilangnya mega merah (syafaq) di ufuk barat, yaitu ketika waktu Maghrib berakhir, sampai terbitnya fajar shadiq, yakni fajar yang pancaran cahayanya membentang secara horizontal dan menjadi penanda masuknya waktu Subuh.

Rumusan yang sama diulang pada halaman NU Online tentang ketentuan waktu sholat fardhu, yang menyebut waktu Isya dimulai sejak selesainya waktu Maghrib hingga terbitnya fajar. NU Online Jateng menambahkan sisi astronomisnya: waktu Isya masuk ketika posisi matahari berada pada ketinggian sekitar 18 derajat di bawah ufuk, meski ada juga yang berpendapat 17 dan 19 derajat.

Bolehkah sholat Isya lewat tengah malam?

Di sinilah banyak orang bingung, karena ada hadits yang sekilas terdengar bertentangan dengan penjelasan di atas. NU Online Jateng mengutip hadits riwayat Imam Muslim yang artinya, "Waktu Isya berakhir sampai pertengahan malam." Kalau dibaca sepintas, hadits ini seolah menutup waktu Isya di tengah malam, padahal halaman yang sama menyatakan waktu Isya membentang sampai fajar shadiq.

Penjelasan NU Online Jateng menyelesaikan ketegangan itu: menurut mayoritas ulama, hadits tersebut menerangkan berakhirnya waktu ikhtiyar Isya, yaitu waktu pilihan atau waktu yang utama, sedangkan waktu jawaz (waktu yang masih dibolehkan) berakhir sampai terbitnya fajar shadiq. Jadi keduanya tidak bertabrakan, melainkan berbicara tentang dua lapisan waktu yang berbeda.

Konsekuensinya praktis. Orang yang baru sampai rumah pukul satu dini hari dan belum sholat Isya, sholatnya tetap sah selama fajar belum terbit, karena ia masih berada dalam waktu jawaz. Tetapi ia sudah kehilangan waktu ikhtiyar, yaitu waktu yang lebih utama. Karena itu menunda Isya sampai lewat tengah malam bukan kebiasaan yang layak dipelihara tanpa alasan, meskipun sholatnya sah.

Catatan: Batas awal dan akhir waktu Isya bergeser setiap hari dan berbeda antarkota, karena patokannya adalah posisi matahari, bukan jam dinding. Daripada menebak, cek jadwal sholat kota Anda yang sudah dihitung berdasarkan koordinat masing-masing daerah.

Rawatib Isya: Dua Rakaat Sebelum dan Sesudah

Empat rakaat tadi adalah sholat fardhunya. Di sekitarnya masih ada sholat sunah rawatib, yaitu sholat sunah yang mengiringi sholat fardhu, baik sebelumnya (qabliyah) maupun sesudahnya (ba'diyah).

NU Online menjelaskan bahwa Isya memiliki dua waktu sunah rawatib, qabliyah dan ba'diyah, dan masing-masing dikerjakan dua rakaat. Lafal niatnya, Ushalli sunnatal Isya' rak'ataini qabliyyatan/ba'diyatan lillahi ta'ala, "Saya sholat sunah qabliyah/ba'diyah Isya dua rakaat karena Allah ta'ala". Dasar untuk ba'diyah Isya adalah pengakuan sahabat Muhammad bin al-Munkadir yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, "Saya pernah sholat dua rakaat setelah Isya bersama Nabi." Adapun untuk qabliyah Isya, NU Online menyebut bahwa para ulama menggunakan dalil yang sama dengan qabliyah Maghrib.

Statusnya muakkad atau tidak?

Di titik ini halaman-halaman NU Online tidak seragam, dan sebaiknya disampaikan apa adanya daripada dipilih diam-diam salah satu.

  • Ba'diyah Isya dua rakaat: muakkad, dan ini disepakati. Pada halaman NU Online tentang perbedaan sunah muakkad dan ghairu muakkad, dikutip hadits Ibnu Umar dalam Shahih Bukhari yang menyebut sepuluh rakaat yang selalu dijaga Nabi: dua rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat setelah Maghrib di rumahnya, dua rakaat setelah Isya di rumahnya, dan dua rakaat sebelum Subuh. Ba'diyah Isya masuk hitungan sepuluh itu.
  • Qabliyah Isya: di sini sumbernya berbeda. Halaman NU Online tentang qabliyah dan ba'diyah Maghrib serta Isya menyebut keduanya, termasuk dua rakaat sebelum Isya, sebagai sunah muakkadah. Namun hadits Bukhari Muslim yang dikutip halaman itu sendiri hanya menyebut "dua rakaat sesudah Isya", tanpa menyinggung yang sebelum Isya. Sebaliknya, halaman NU Online tentang sunah muakkad dan ghairu muakkad justru menjadikan sholat qabliyah Isya sebagai contoh sunah ghairu muakkad, yaitu amalan yang tidak selalu Nabi kerjakan, kadang dilakukan dan kadang ditinggalkan.

Bagaimana menyikapinya? Yang bisa dipastikan dari ketiga halaman itu: dua rakaat ba'diyah Isya berstatus muakkad karena terdaftar eksplisit dalam hadits Ibnu Umar, sedangkan qabliyah Isya tetap merupakan kesunahan yang berdalil, hanya saja dalilnya bersifat umum (dalil yang sama dengan qabliyah Maghrib) dan tidak disebut dalam daftar sepuluh rakaat tersebut. Perbedaan penilaian antarhalaman ini berpangkal pada kekuatan dalil, bukan pada boleh atau tidaknya mengamalkan. Mengerjakan dua rakaat sebelum Isya tetap baik dan berpahala. Yang tidak tepat adalah menganggapnya setara ketat dengan ba'diyah Isya, atau sebaliknya menuduhnya mengada-ada.

Hubungan Witir dengan Sholat Isya

Witir sering disebut dalam satu tarikan napas dengan Isya, sampai sebagian orang mengira witir adalah bagian atau "penutup wajib" dari sholat Isya. Itu keliru. Witir adalah sholat sunah tersendiri yang waktunya kebetulan bersambung dengan Isya.

NU Online menerangkan bahwa waktu sholat witir adalah setelah melaksanakan sholat Isya sampai terbit fajar. Jadi hubungannya bersifat waktu: witir baru boleh dikerjakan setelah Isya ditunaikan, bukan karena ia bagian dari Isya. Jumlah rakaatnya ganjil, minimal satu rakaat dan maksimal sebelas rakaat, dengan tiga rakaat sebagai batas minimal kesempurnaannya (adnal kamal).

Soal kapan sebaiknya dikerjakan, NU Online mengutip Fathul Mu'in: bagi orang yang yakin akan bangun sebelum fajar, lebih utama mengakhirkan witir di akhir malam; bagi yang tidak yakin bangun, lebih utama mengerjakannya sebelum tidur. Ini pertimbangan yang jujur dan realistis, bukan soal siapa yang lebih rajin.

Karena witir punya pembahasan sendiri, ketentuan dan lafal niatnya tidak diulang di sini. Silakan lihat halaman niat sholat witir, dan bila Anda hendak merangkaikannya dengan qiyamul lail, pembahasannya ada di artikel doa sholat tahajud.

Sholat Isya saat Safar: Qashar dan Jamak

Inilah satu-satunya keadaan yang mengubah angka empat tadi. NU Online Jatim menjelaskan bahwa qashar berarti meringkas sholat yang semula empat rakaat (Zuhur, Ashar, dan Isya) menjadi dua rakaat, sebagai rukhshah atau keringanan. Dasarnya antara lain surat An-Nisa ayat 101, yang artinya, "Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar sholatmu."

Mengutip Matnul Ghayah wat Taqrib karya Qadhi Abu Suja', NU Online Jatim merinci lima syarat qashar: perjalanannya bukan untuk maksiat; jarak perjalanannya paling sedikit 16 farsakh; sholat yang diringkas memang yang berrakaat empat; niat mengqashar bersamaan dengan takbiratul ihram; dan tidak bermakmum kepada orang yang mukim. Syarat ketiga itulah yang menjelaskan kenapa Maghrib tidak bisa diqashar tetapi Isya bisa: hanya sholat empat rakaat yang boleh diringkas.

Perlu dicatat, konversi 16 farsakh ke satuan kilometer berbeda-beda antarhalaman NU (halaman NU Online Jatim di atas, misalnya, mengilustrasikannya dengan perjalanan lebih dari 90 km). Karena itu jangan menjadikan satu angka sebagai patokan mutlak. Perlu diingat pula bahwa qashar adalah dispensasi, jadi sifatnya tidak wajib. Musafir yang memilih tetap sholat Isya empat rakaat penuh juga benar.

Adapun jamak adalah perkara yang berbeda dari qashar. NU Online menjelaskan bahwa sholat yang boleh dijamak adalah Zuhur dengan Ashar, dan Maghrib dengan Isya. Bila dikerjakan pada waktu Maghrib disebut jamak taqdim, dan bila dikerjakan pada waktu Isya disebut jamak takhir. Ketentuan lengkapnya, termasuk syarat, lafal niat, dan ragam ukuran jarak, sudah dibahas tuntas di artikel niat sholat jamak taqdim.

Pro Tip: Jamak dan qashar itu dua hal terpisah dan tidak otomatis satu paket. Jamak mengubah waktu pelaksanaan, sedangkan qashar mengubah jumlah rakaat. Seorang musafir bisa saja menjamak Maghrib dan Isya tanpa mengqashar, sehingga Isya tetap empat rakaat meski dikerjakan berbarengan dengan Maghrib.

Kesalahan Umum Seputar Rakaat Sholat Isya

Dari pembahasan di atas, ada beberapa salah paham yang paling sering muncul di lapangan:

  • Mengira Isya tiga rakaat karena tertukar dengan Maghrib. Maghrib tiga rakaat, Isya empat rakaat. Keduanya berdekatan waktu dan sering dijamak, sehingga mudah tertukar, terutama saat mengejar sholat di perjalanan.
  • Mengira witir bagian dari Isya. Witir adalah sholat sunah tersendiri yang waktunya membentang setelah Isya sampai terbit fajar. Meninggalkan witir tidak membuat Isya Anda kurang satu rakaat.
  • Mengeraskan bacaan sampai rakaat keempat. Yang disunahkan dikeraskan hanya dua rakaat pertama. Rakaat ketiga dan keempat justru dianjurkan dibaca pelan.
  • Membaca surat pendek di rakaat ketiga dan keempat. Pada dua rakaat terakhir, yang dibaca cukup Al-Fatihah saja.
  • Kembali duduk setelah terlanjur berdiri karena lupa tasyahud awal. Kalau sudah tegak berdiri, tuntunannya justru meneruskan sholat dan menutupnya dengan sujud sahwi, bukan duduk kembali.
  • Menunda Isya sampai lewat tengah malam tanpa keperluan. Sholatnya memang masih sah selama fajar belum terbit, tetapi waktu yang lebih utama sudah terlewat.

Kalau ragu sudah tiga atau empat rakaat

Ini kejadian yang nyaris semua orang pernah alami, apalagi pada sholat Isya yang dikerjakan saat badan sudah letih. NU Online Jabar mengutip Syekh Ibnu Qasim al-Ghazi dalam Fathul Qarib: ketika seseorang lupa atau ragu jumlah rakaat yang sudah dikerjakan, ia disarankan menetapkan bilangan terkecil. Jadi kalau ragu apakah sudah tiga atau empat rakaat, ambil yang tiga, lalu sempurnakan menjadi empat. Sebelum salam, dianjurkan melakukan sujud sahwi.

Prinsipnya masuk akal: yang diyakini adalah bilangan yang lebih kecil, sedangkan kelebihannya masih diragukan. Dengan mengambil yang terkecil, Anda memastikan tidak kurang, dan sujud sahwi menutup kekurangsempurnaan akibat keraguan tadi.

Ringkasan: Sholat Isya empat rakaat. Dua rakaat pertama pakai surat pendek dan bacaan dikeraskan, dua rakaat terakhir cukup Al-Fatihah dengan suara pelan. Tasyahud awal setelah rakaat kedua, tasyahud akhir setelah rakaat keempat. Waktunya sejak hilangnya mega merah sampai terbit fajar shadiq, dengan waktu utama sebelum tengah malam. Menjadi dua rakaat hanya bila diqashar saat safar.

Setelah salam, amalan Isya bisa dilengkapi dengan doa setelah sholat dan dua rakaat ba'diyah. Bila Anda punya persoalan pribadi seputar rakaat, keraguan dalam sholat, atau kondisi safar yang tidak umum, silakan tanyakan melalui halaman Tanya Ustadz atau kepada ustadz setempat yang mengetahui detail keadaan Anda.

Sumber Rujukan

  1. NU Online - Tata Cara Pelaksanaan Shalat Fardhu Lima Waktu (Isya empat rakaat, waktu sejak hilangnya mega merah sampai fajar shadiq)
  2. NU Online - Ketentuan Waktu Shalat Fardhu (waktu Isya sejak selesainya Maghrib hingga terbitnya fajar)
  3. NU Online Jateng - Meluruskan Jadwal Waktu Shalat dan Imsakiyah Ramadhan yang Menyesatkan (waktu ikhtiyar vs jawaz Isya, irtifa 18 derajat)
  4. NU Online - Hukum Mengeraskan Bacaan pada Shalat Sendirian (sholat jahriyah dan sirriyah, al-Majmu' juz 3 hal. 389)
  5. NU Online - Fiqih Shalat: Belum Tahiyat Awal Tapi Terlanjur Berdiri, Bagaimana Hukumnya? (sunah ab'adh, hadits Mughirah bin Syu'bah)
  6. NU Online - Tata Cara Shalat Rawatib: Niat, Dalil, Waktu, dan Fungsinya (qabliyah dan ba'diyah Isya masing-masing dua rakaat)
  7. NU Online - Ini Perbedaan Shalat Sunah Muakkad dan Ghairu Muakkad (hadits Ibnu Umar sepuluh rakaat, qabliyah Isya sebagai contoh ghairu muakkad)
  8. NU Online - Qabliyah-Ba'diyah untuk Shalat Magrib dan Isya (menyebut qabliyah dan ba'diyah Isya sebagai sunnah muakkadah)
  9. NU Online - Tata Cara Shalat Witir dan Ketentuannya (waktu witir setelah Isya sampai terbit fajar, satu sampai sebelas rakaat, Fathul Mu'in)
  10. NU Online Jatim - Ketentuan Qashar dan Jamak Shalat Fardlu (qashar empat rakaat menjadi dua, lima syarat Matnul Ghayah wat Taqrib)
  11. NU Online - Tata Cara Menjamak Shalat (Maghrib dijamak dengan Isya, jamak taqdim dan takhir)
  12. NU Online Jabar - Lupa Jumlah Rakaat saat Shalat? Ini Panduan Lengkap dan Tata Cara Sujud Sahwi (Fathul Qarib, menetapkan bilangan terkecil)

Catatan redaksi. Artikel ini disusun oleh Tim Redaksi Ngajia dengan merujuk sumber di atas dan ditinjau sebelum terbit. Untuk pertanyaan fikih yang bersifat khusus dan berkaitan dengan kondisi pribadi Anda, silakan bertanya melalui Tanya Ustadz atau merujuk langsung kepada ustadz dan lembaga fatwa resmi.

FAQ

Pertanyaan seputar sholat isya berapa rakaat

TSholat Isya berapa rakaat?

Sholat Isya dikerjakan empat rakaat, sama seperti Zuhur dan Ashar. Lafal niatnya pun memuat kata arba'a raka'at yang berarti empat rakaat. Jumlah ini hanya berkurang menjadi dua rakaat bagi musafir yang mengqashar sholatnya.

TApakah witir termasuk hitungan rakaat sholat Isya?

Tidak. Witir adalah sholat sunah tersendiri, bukan bagian dari sholat Isya. Menurut NU Online, waktu witir adalah setelah melaksanakan sholat Isya sampai terbit fajar, dengan jumlah rakaat ganjil, minimal satu dan maksimal sebelas rakaat.

TDi rakaat mana bacaan sholat Isya dikeraskan?

Pada dua rakaat pertama. Mengutip Imam an-Nawawi dalam al-Majmu', NU Online menjelaskan bahwa disunahkan mengeraskan bacaan pada dua rakaat sholat Subuh, Maghrib, Isya, dan Jumat, serta membaca pelan pada rakaat ketiga dan keempat Maghrib dan Isya. Aturan ini juga berlaku bagi yang sholat sendirian.

TApakah sholat Isya masih sah kalau dikerjakan lewat tengah malam?

Masih sah selama fajar shadiq belum terbit. NU Online Jateng menjelaskan bahwa hadits yang menyebut waktu Isya berakhir pada pertengahan malam menurut mayoritas ulama menerangkan berakhirnya waktu ikhtiyar (waktu utama), sedangkan waktu jawaz (yang masih dibolehkan) berlangsung sampai terbitnya fajar shadiq.

TBerapa rakaat sholat sunah rawatib Isya?

Dua rakaat sebelum dan dua rakaat sesudah Isya. Ba'diyah Isya dua rakaat termasuk sunah muakkad karena terdaftar dalam hadits Ibnu Umar tentang sepuluh rakaat yang selalu dijaga Nabi. Adapun status qabliyah Isya berbeda antarhalaman NU Online, tetapi tetap merupakan kesunahan yang berdalil.

TBagaimana kalau lupa tasyahud awal di rakaat kedua sholat Isya?

Mengikuti hadits Mughirah bin Syu'bah sebagaimana dikutip NU Online, bila belum tegak berdiri sempurna hendaklah duduk kembali untuk tasyahud awal. Namun bila sudah tegak berdiri, jangan duduk lagi, lanjutkan sholat dan tutup dengan sujud sahwi sebelum salam.

TKalau ragu sudah tiga atau empat rakaat, harus bagaimana?

NU Online Jabar mengutip Fathul Qarib bahwa orang yang ragu jumlah rakaat hendaknya menetapkan bilangan terkecil. Jadi ambil hitungan tiga rakaat, sempurnakan menjadi empat, lalu lakukan sujud sahwi sebelum salam.

Artikel Terkait

Bacaan lain seputar sholat